kegiatan terjemahan dan metode tilawati


Assalamualaikum Wr. Wb. 


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan karunia dan rahim Nya. Sehingga pada saat yang Allah berkahi ini kita semua masih mampu menikmati lautan Rahmat Nya yang tiada terhingga dan tiada batas. Seandainya Lautan di muka bumi ini kita jadikan tinta, daun daunan di setiap pohon kita jadikan lembaran, dan seluruh ranting pohon kita jadikan sebagai pena nya, Niscaya itu semua tidak akan cukup untuk menuliskan seluruh kenikmatan yang Allah karuniakan kepada makhluk Nya. Subhanallah.
Senandung sholawat, marilah kita persembahkan kepada junjungan kita semua, Nabiyullah Muhammad SAW, pelopor kebenaran dan pembasmi kemunkaran. Yang kelak kita nantikan syafaat dan pertolongan nya pada Yaumil Mizan. Allahumma amiin. 

pada  hari Senin, 12 November 20018 kembali mendapat kesempatan untuk belajar bersama orang orang masyhur. Kali ini narasumber kami berasal dari Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al Qur'an (LPPIQ). Yang diisi langsung oleh Ustadz Irwansyah.

Allah ciptakan Al-Qur’an dengan segala keagungannya. Dengan keagungannya itu, Al-Quran akan menjadi syafaat di yaumil akhir. Tidak hanya itu, Al- Qur’an merupakan mukjizat yang sungguh luar biasa, bukan hanya dari segi keilmuannya, melainkan dari segala aspek mulai dari keindahan bahasa, keindahan susunan, kemampuan untuk menjadi obat, mukjizat, bahkan bisa menjadi sarana untuk mendapatkan kemenangan dalam perang.
Salah satu hal yang sangant luar biasa dari Al-Qur’an adalah sebagai syifa atau obat. Rasulullah telah menjamin tiada satupun penyakit yang tiada obatnya, maksudnya segala penyakit yang ada di dunia ini ada obatnya. Bahkan penyakit yang kronis yang sudah difonis tak ada obatnya oleh pihak medis, semuanya di tentang oleh Qur’an, karena apapun penyakitnya jika di pasrahkan pada Allah dan diwashilahkan dengan Al-Qur’an, maka semua penyakit yang diluar logika akan hilang dan sembuh bahkan melebihi kesehatan orang yang tidak sakit.

Tentu masih ingat dengan bunyi QS. Al Qomar ayat 17, 22, 32, dan 40 kan. Bahwasannya Allah menjanjikan kemudahan bagi orang orang yang mau mempelajari AlQur'an. Kemudahan yang Allah berikan kepada makhluknya adalah kemudahan dalam mempelajari, meneliti dan mengamalkan Al-Qur’an. Banyak sifat sifat dan keagungan Al-quran.salah satunya adalah Al-Huda
Al Qur'an memiliki nama lain yaitu Al Huda yang artinya Petunjuk. Lalu bagaimana bisa Al-Qur'an disebut sebagai petunjuk kalau kita tidak bisa memahami maknanya.?
Menurut narasumber, yaitu orang yang sudah sangat berpengalaman dan memang mempunyai keahlian di bidang tersebut. Dalam penelitian beliau, kami dikejutkan dengan pernyaaan jumlah kosa kata yang terdapat dalam Al-Qur'an berjumlah tidak lebih dari 110.000, yang mana 79% nya adalah kosa kata yang diulang ulang.
Secara sekilas tampak banyak, tetapi secara lebih dalam, hal itu sangat sedikit karena Al-Quran berisi 6340 ayat.
Juz 1 dalam Al Qur'an terdiri dari 2 surah, yaitu surah Al Fatihah sebagai pembuka dan dilanjutkan dengan surah Al Baqarah yang merupakan surat terpanjang dalam Al Qur'an. Dalam juz pertama ini terdapat 3.640 kosa kata dan 2.520 diantaranya adalah kosa kata yang diulang. Dari sini dapat diasumsikan, bahwasannya jika kita belajar menerjemahkan Al Qur'an, maka kita harus mulai dari jus 1, karena 80% kosa kata dalam Al-Qur'an terdapat di juz pertama ini dan 20% lain nya ada di surah surah berikutnya.
Beliau dan timnya berhasil menggali Al-Qur’an sangat dalam, dan anehnya beliau semakin merasa bodoh. Beliau berkata “ salah satu keajaiban Al-Quran, semakin kita gali, semkin terlihat kebodohan dan ketidak tahuan ini.” Dengan kata lain, Al-Quran mempunyai bermacam macam dan berbagai makna, jika hanya di lihat dari luar ia seperti buah jeruk, tapi saat di buka dan di icipi, ia memiliki rasa durian, mangga, apel, melon dan buah lainnya. Ini menggambarkan betapa hebat kalam Allah ini.
 "Jika ingin lancar membaca Al Qur'an, maka lancarkan bacaanmu di surah Al Baqarah. Dan jika ingin bisa menerjemahkan Al-Qur'an, berlatihlah menerjemahkan surah Al-Baqarah" begitulah Ustadz Irwansyah berkata.
Beliau berkata begitu, karena sudah melakukan penelitian dan pendalaman pemikiran mengenai hal itu. Al-Baqoroh merupakan surah dengan kata terbanyak dan masih global. Jadi saat ingin belajar membaca dan belajar mengartikan harfiah Al-Quran, akan lebih mudah dimulai di surah Al-Baqoroh.
Kalau kita saja tidak mengenal Al Qur'an dan tidak memahami maknanya bagaimana mungkin kita bisa mencintainya. Saat kita berhasil memahami dan mencintai Al-Qur’an, maka akan sangat mudah bagi kita mendapatkan karomah dan berkah dari Allah melalui AlQuran ini.
Hikmah lain yang bisa kita dapat jika kita memahami makna dari bacaan yang kita baca. Dalam Shalat, kita menggunakan bacaan bacaan dalam Al Qur'an, jika kita memahami makna dari bacaan yang kita baca dalam sholat dan do'a maka kita akan lebih mendalami dan meresapi bacaan tersebut. Kareana tips untuk khusuk daalam sholat adalah dengan cara meresapi makna dan menghayatinya. Saat sudah tercapai, maka tak sadar air mata akan mengalir, dan tak sadar kita telah fokus hanya pada Allah. Walau berat, Allah akan selalu membantu hamba yang selalu berusaha.
Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag, juga menuliskan dalam artikel nya yang berjudul
Menggeser Gunung, Membelah Laut Dengan Sholat. "ayat ayat dan doa-doa dalam sholat kita harus disertai dengan renungan mendalam sehingga menghasilkan keyakinan dan optimisme yang mantap akan kekuasaan, kasih, keperkasaan Allah untuk menolong kita dalam segala hal. Tidak perlu menangisi takdir masa lalu, dan tidak perlu cemas membangun masa depan. Dengan sentuhan tangan Allah, semua yang sulit menjadi mudah, yang berat terasa ringan, yang menurut perkiraan hanya impian, benar-benar menjadi kenyataan (Dream Comes True), sebab Allah berfirman (Semua Dalam Genggaman Allah)". www.terapishalatbahagia.net. 
Saat Allah sudah ridho terhadap kita, maka Allah akan selalu berikan jalan dan bantuannya kepada manusia yang lemah ini.
Salah satu kisah, saat saya mulai meresapi kalimah الله, dan sampai sekarang saya sangat sering mendapatkan pertolongan denga kata itu.
Suatu hari saat saya tidur, saya bermimpi di kepung dan di tekan oleh makhluk ghoib. Saya hampir kehilangan kesadaran dan saat itu hati saya reflek berzikir الله الله الله الله الله sampai akhirnya tekanan itu terlepas dan saya sangat bersyukur kepada الله .
Dengan ketekunan dan keikhlasan kita, jika ingin belajar dan selalu berusaha memaknai AlQuran, maka akan sangat mudah bagi Allah untuk terus memudahkan, seperti yang tercantum dalam surah Al-Qomar.
Salah satu pembuktian lain akan pentingnya pemahaman Al-Quran, saat saya gelisah, banyak masalah, Allah turunkan ilham untuk membuka Al-Quran dan Sholat. Saat sholat terasa nikmat, dan saat selesai Sholat, Allah berikan solusi terhadap masalah saya. Sungguh hanya Allah yang sanggup dan berkuasa dalam segala nya. الله اكبر








Allah turunkan AlQuran dengan 1001 kemudahan, saat kita belum bisa membaca Al-Quran bukan karena AlQuran itu sulit, melainkan kurangnya usaha dan doa kita pada Allah.
Akan tetapi setiap kemudahan Allah, ada sunnatullahnya. Karena kurangnya doa dan usaha ini, menyebabkan ada beberapa faktor penghambat seseorang sulit dalam belajar Al-Quran.
faktor yang pertama adalah statis ataupun metode pendekatan yang mereka gunakan selama ini kurang memadai.dengan kata lain, metode yang digunakan sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan peradaban, dahulu, metode yang digunakan hanyalah dengan sistem yang itu itu saja, atau statis.oleh karenanya sulit bagi orang zaman sekarang untuk mengamalkan plajaran dahulu.
 Faktor yang kedua bisa jadi karena waktu dan kepadatan aktivitas yang membuatnya lupa dengan Al Qur'an. Faktor ini sangat sering di gunakan sebagai alasan belum bisa baca tulis AlQuran , banyak orang tua yang belum bisa membaca AlQuran dengan dalil waktu yang padat, aktivitas dunia yang tidak bisa ditinggalkan dan banyak alasan waktu lainnya.
Faktor yang ketiga yaitu kurangnya kesadaran diri untuk belajar baca tulis Al Qur'an. Hal ini sangat banyak beredar, tapi mereka tidak mengakuinya, karena kesadaran timbul karena kebutuhan, saat mreka merasa tidak butuh terhadap AlQuran maka kesadaran pun tak akan timbul.
Faktor yang keempat bisa jadi disini karena Background pendidikannya yang berbeda. Pada orang yang punya background keagamaan akan dengan mudah mempelajari dan mengerti pentingnya AlQuran , tapi bagi orang yang tidak memiiki backgroud terhadap hal itu, akan sulit dan bingung pada pemahaman AlQuran.
Dan faktor yang terakhir adalah dimana seseorang yang pakar baca tulis Al Qur'an buta dalam pengajaran atau tidak mau membagikan ilmunya. Hal yang Allah laknat adalah menyembunyikan ilmu mereka terhadap AlQuran, padahal saat mereka berhasil mengajarkan AlQuran, akan sangat besar manfaat dan aedahnya bagi masyarakat. Walaupun mereka ahli dan sangat kompeten dalam hal tersebut, jika tidak bisa mengajarkan dan mengamalkan, apalah guna.
Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Hadist Bukhari No 4639 yang berbunyi bahwasannya "Orang yang paling baik diantara kalian adalah seseorang yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya...". 

Oleh sebab itu, ayolah kita sebagai penerus generasi muda sempatkan lah waktu untuk belajar dan belajar, serta tak luput untuk mengajarkannya. Karena disini kita ingin menjadi orang yang terbaik.

Mungkin banyak sekali orang yang belum bisa menyempatkan waktu untuk membaca Al Qur'an karena kepadatan aktivitasnya. Namun itu bukanlah suatu alasan yang tepat, karena sesibuk sibuknya, kita masih bisa bermain gadget, kita bisa bermain sosmed yang tak lepas dari WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Sedangkan kenapa kita tidak bisa menyempatkan waktu untuk membaca Al Qur'an? Padahal disini kita jauh lebih paham bahwasannya membaca Al Qur'an kita akan mendapatkan pahala, rahmat, petunjuk, dan sebagainya. Tapi walaupun kita tahu terkadang kita masih mengabaikannya begitu saja. Bahkan jauh lebih mementingkan gagdet.



Barangsiapa membaca 1 huruf dari Kitabullah (Al Quran), maka satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIM itu 1 huruf akan tetapi ALIF 1 huruf, LAAM 1 huruf dan MIIM itu 1 huruf". (H.R Tirmidzi No 2835)


Dari hadits diatas memberikan bukti bahwa membaca 1 huruf Al Quran saja sudah mendapat 1 pahala apalagi jika membacanya terus - menerus, mempelajarinya dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain maka Al Quran bisa saja langsung membumi.
Ini salah satu keutaamaan membaca Al Qur'an loh gengz. Begitu mulianya Allah hingga melimpahkan begitu banyak rahmat dan pahala bagi yang mau menjalankannya.
terkuak sudah bahwasanya waktu itu bukan hambatan untuk kita yang mau belajaar. Karena letak keseriusan belajar itu ada dalam diri kita. Jikalau memang dari dalam diri kita ini tertanam niat yang begitu besar untuk belajar baca tulis Al Qur'an. Insyallah semuanya dijamin lancar. Tapi untuk mendapatkan niat yang ikhlas dari dalam hati untuk belajar, awalnya perlu penekanan atau paksaan terlebih dahulu. 

Jikalau sudah terbiasa, sering - sering dibaca Al Qur'annya, insyaallah kita akan makin lancar dalam baca tulis Al Qur'an. Apalagi dizaman yang sudah berteknologi seperti ini, kita udah bisa belajar baca tulis Al Qur'an di HP Android kita dimanapun dan kapanpun loh. Dan kalau disini kita sudah pakar, jangan lupa untuk membagikan ilmu yang kita dapatkan ini untuk orang lain.
jadi semuanya itu berasal dalam diri kita. Kalau kita sebelum belajar udah bilang bahwasannya Al Qur'an itu sulit. Bahkan Allah saja dalam firmannya Q.S Al - Qamar (54) ayat ke 17, 22, 32, 40 yang bunyi nya :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Artinya : 
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Q.S. Al Qamar (54) : 17). 

Menyebutkan 4 kali bukti yang mengatakan bahwa belajar Al Quran itu tidak sulit. Bahkan Jadi, kenapa kita sebagai hambanya mengatakan sulit?
mulai dari sekarang kita rubah mindset dan pola pikir kita. Padahal belajar baca tulis Al Qur'an itu mudah dan menyenangkan. Ditambah lagi sekarang ada metode Tilawati. 

Tilawati adalah metode pembacaan dan pembelajaran Al Qur'an yang mudah dan menyenangkan. Karena disini kita dikenalkan dengan nada nada lagu yang bisa membuat kita semakin mudah belajar Al Qur'an. 
Jadi dalam prosesnya kita akan melantukan setiap ayat Al Qur'an menggunakan lagu nada ini. Nadanya macam macam, tapi disini kita diajarkan nada yang paling mendasar dulu, yaitu lagu Rost. 

Lagu ini termasuk lagu yang paling sederhana dalam metode Tilawati Al Qur'an. Digunakannya lagu ini karena nad dasar dan irama yang mudah dan sesuai dengan kaidah, Insyaallah dengan metode pembelajaran seperti ini kita akan makin cepat hafal belajar Al Qur'annya. Selain itu kita juga senang, dan dapet sunnah Rasul lagi.

Metode ini sendiri memiliki tahapan dalam pembelajarannya. Ada 3 tahapan dari metode ini yang diantaranya yaitu :
1. Ustadz membaca, kita mendengarkan
2. Ustadz membaca, kita menirukan
3. Membaca bersama-sama
Pembelajaran ini didasarkan pada pengalaman dan penelitian yang sekarang sudh ada banyak cabang disekuruh indonesia. Pemblajaran ini mengajak murid untuk belajar AlQuran dengan irama yang mudah, dengan begitu murid tidak monoton dan bisa berkreasi, saat sudah bisa membaca AlQuran dengan lagu dasar, ustadz akan mengajarkan metode dengan pengembangan.
Bagaimana pendapat Prof. Dr. Moh. Ali Aziz mengenai hal tersebut? Begini tutur beliau didalam artikelnya yang berjudul "Sound Healing With Al - Qur'an" yang saya baca di blog beliau terapishalatbahagia.
"Mulai sekarang, Jangan lewatkan satu haripun rumah Anda tanpa Suara Al - Qur'an. Keraskan bacaan anda dengan irama dan alunan yang membuat hati anda berbunga - bunga, penuh suka cita. Semoga anda secara bertahap juga dapat memahami kandungan maknanya. Dari sinilah kita dapat mengetahui mengapa Rosulullah memerintahkan membaca Al - Qur'an dengan melagukannya".
Dalam salah satu artikel dari Prof. Moh. Ali Aziz, M. Ag, beliau menjelasakan tentang  peristiwa ajaib yang di alami oleh guru besar UIN walisongo yaitu Prof. Dr. Amin syukur, M.A. peristiwa ajaib itu adalah ketika tim medis yang mengoperasinya memfonis hidup beliau yang hanya tinggal 15 bulan saja. Tapi akhirnya ia sembuh dan bahkan kesehatanya melebihi masa sehatnya dahulu. Rahasia kesembuhannya adalah dengan Al-Qur’an yang agung.
Ayat Al- Qur’an yang beliau maksud adalah ayat yang dibaca dengan lagu dan perasaan gembira yang menyebabkan hatinya senang dan bahagia dan menimbulkan semangat kesembuhan.
Di dalam artikel itu juga disebutkan mengenai Salah satu penelitian yang dilakukan yang dilakukan oleh Kate dan Richard Mucci, mereka mengumpulkan orang-orang yang terkena kanker ganas. Kemudian ia meminta kepada para penderita kanker itu untuk menikmati musik harpa yang mereka mainkan. Setelah beberapa bulan, para dokter terkejut karena para penderita kanker ganas tersebut sudah sembuh. Setelah ditelusuri, mereka mengungkapkan bahwa musik bisa membuat perasaan senang, dan dengan perasaan senang akan membuat molekul bahagia dan inilah yang membuat proses penyembuhan tersebut.
Dan jika musik tanpa pengaruh ilahiah saja dapat membuat penyembuhan yang luar biasa, apalagi ditambah dengan musik yang dirasuki pengaruh ilahiah. Akan sangat mudah dan sangat cepat penyembuhan itu akan di rasakan.
Kunci utama dalam kesembuhan adalah semangat kesembuhan, rasa bahagia dan keyakinan pada sang pemilik segalanya. Tak akan ada yang sanggup melawan hebatnya kalam yang tiada tanding, apalagi hanya penyakit kecil yang dimiliki manusia, akan sangat mudah dan ringan bagi Allah. Wallahu ‘alam Bis showabi.










 by: Abdurrahman saleh
b52218029




Comments

Popular posts from this blog

Motivasi dari Beliau